First of all, Assalamu`alaikum.. semoga kita semua diberi kesehatan dan keberkahan oleh Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah.., masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan pada tahun ini. Sekian lamanya tidak pernah buka blog dan lebih memilih untuk ngintip-ngintip Youtube sehingga beragam peristiwa, dan pengalaman pun banyak terlewat dan tidak terekam di blog ini.
Di awal bulan Ramadhan ini, saya ingin sedikit bercerita tentang salah satu pengalaman paling berharga menurut saya, yaitu menjadi anggota dari DRPM (Defensive Riding Polres Malang). Mungkin bisa disebut komunitas juga, hasil kolaborasi apik CoMA (Cornering Malang), Polres Malang serta Prestone & Master.
Sesuai dengan namanya, DRPM berfokus pada edukasi dalam berkendara. Kisah awal terbentuknya komunitas DRPM mungkin akan dibahas di lain waktu karena kali ini saya kembali ingin sedikit membahas tentang safety riding serta sedikit pengantar tentang defensive riding yang saya peroleh saat mengikuti training DRPM.
Teramat banyak artikel yang membahas safety riding. Secara umum kita sudah bisa dianggap safety saat berkendara jika tidak terkena tilang saat operasi. Di antaranya adalah membawa STNK & SIM yang masih berlaku, perlengkapan kendaraan lengkap dan berfungsi baik, memakai helm, mengenakan sabuk pengaman, dll. Sedangkan defensive riding lebih fokus pada empat poin, yaitu alertness (kewaspadaan), awareness (kesadaran), attitude (sikap), dan anticipative (antisipasi).
Salah satu poin yang menarik untuk dibahas adalah anticipative (antisipasi). Nah, kali ini kita akan membahas salah satu tindakan yang masuk dalam poin anticipative tersebut, yaitu cara naik motor saat dalam kondisi di-standar samping. Mungkin ini adalah hal yang terdengar sangat remeh dan kurang penting, namun ternyata jika diabaikan, maka risikonya pun tinggi.
Berikut cara naik & menegakkan motor:
- Naik dari sisi kanan, bukan dari sisi kiri.
![]() |
| Naik dari sisi kanan motor. |
Saat naik motor dari sisi kanan, standar samping akan membantu menumpu berat motor sehingga tetap stabil saat kita naik, sedangkan
jika naik dari sisi kiri seperti yang biasa kita lakukan, maka dapat berisiko terpeleset saat kaki menapak ke permukaan dan mencoba menahan berat motor ketika menegakkannya sehingga motor pun bisa ambruk. Terlebih lagi jika menggunakan motor sport atau motor matic berbodi besar dengan bobot motor yang tidak ringan.
Saat sudah dalam posisi duduk dan standar samping masih belum dinaikkan, arahkan setang hingga mentok ke kanan terlebih dahulu sebelum menegakkan motor. Dengan posisi ini motor akan bisa lebih mudah dan ringan untuk ditegakkan. Setelah motor tegak, naikkan standar samping, kunci kontak on, cek semua instrumen, pastikan helm sudah klik, lalu nyalakan mesin.
Sebenarnya jenis motor yang paling memungkinkan untuk dijadikan contoh seharusnya adalah motor sport atau matic besar, sedangkan tidak ada yang memakai motor tersebut di kantor, akhirnya saya memakai motor sendiri dan meminta salah seorang teman sebagai modelnya, ehehehehe.
Tips di atas berlaku saat kita akan berkendara sendirian, jika akan berboncengan, maka ada beberapa tindakan lagi yang perlu disesuaikan dan akan kita bahas di kemudian hari.
Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar