Sesuai judulnya, tulisan ini hanya berisi cerita tentang ketidakpahaman kami dalam membeli kendaraan Panther tahun 1995 dalam kondisi second atau bekas beberapa tahun silam. Hal pertama yang kami lakukan setelah kendaraan tersebut tiba di rumah kami adalah hanya melakukan spooring-balancing, mengganti semua oli (oli mesin, oli transmisi dan oli gardan), filter udara, filter solar dan filter oli, cross joint dan membenahi kaki-kaki depan termasuk mengganti shockbreaker, kira-kira saat itu menghabiskan biaya Rp4.000.000. Kami pun berharap perbaikan tersebut cukup untuk kami agar dapat segera menikmati mobil tersebut, tapi kami sedikit menyesal karena kurangnya pemahaman kami secara menyeluruh terhadap kondisi interior maupun eksterior kendaraan saat membelinya, sehingga
memerlukan biaya ekstra untuk perbaikan, namun kami harus selalu bersyukur karena dapat membeli kendaraan yang sangat bermanfaat bagi keluarga kami, di samping itu kami juga memiliki keluarga baru di klub Panther Mania yang membantu kami memperbaiki kendaraan kami sedikit demi sedikit.
memerlukan biaya ekstra untuk perbaikan, namun kami harus selalu bersyukur karena dapat membeli kendaraan yang sangat bermanfaat bagi keluarga kami, di samping itu kami juga memiliki keluarga baru di klub Panther Mania yang membantu kami memperbaiki kendaraan kami sedikit demi sedikit.
Salah satu dari beberapa perbaikan kendaraan kami yang sedikit memerlukan biaya lebih besar di antaranya adalah:
1. Ganti radiator
Beberapa bulan setelah kendaraan tersebut kami beli, terjadi rembesan pada bagian radiator, lalu bapak mencoba untuk membawanya ke tukang radiator dan diperbaiki, namun kurang dari satu tahun, radiator hasil servis tersebut pun sudah benar-benar rusak dan mengakibatkan suhu mesin meningkat drastis.
Salah satu teman PM Malang menyarankan untuk membawanya ke bengkel radiator di ujung pojokan penjara Lowokwaru Malang, dan setelah sampai sana kami disarankan untuk mengganti dengan radiator baru karena sudah tidak mungkin lagi untuk diselamatkan.
Rp1.200.000 adalah biaya yang harus kami keluarkan saat itu.
2. Puli Power Steering
Saat pertama kali kami mencoba kendaraan memang setir terasa agak berat, namun kami memakluminya karena mungkin memang karena mobil tua (tahun '95). Namun setelah diamati lebih teliti, ternyata puli power steeringnya yang retak dan bekas dilas. Kami mencoba untuk mengganti pulinya saja, namun ternyata puli yang baru dipasang itu pun juga langsung retak karena penyebab aslinya ternyata pompa power steering tersebut yang memang sudah tidak dapat dipakai.
± Rp1.600.000 adalah biaya yang harus kami keluarkan saat itu.
3. Worm Steer Repair Kit
Kondisi worm steer yang tidak layak juga merupakan salah satu penyebab setir terasa agak berat, teman-teman di PM Malang menyarankan kami untuk memeriksakannya di bengkel 2NR milik salah satu petinggi PM Malang bernama om Yan.
Om Yan pun sampek kaget melihat kondisinya dan segera menggantinya beserta belt yang usia pakainya pun sudah uzur.
Rp800.000 adalah biaya yang kami keluarkan saat itu.
4. Kompresor AC
Kompresor AC yang jebol akhirnya bulan kemarin coba saya perbaiki di bengkel Wahana AC di daerah Kediri atas saran dari teman-teman PM Kediri. Kompresor AC pun diganti dengan kompresor bekas lain, dan AC pun dapat dinikmati meski double blower tidak dapat difungsikan.
Namun hal tersebut hanya bertahan 3 hari, setelah saya konsultasikan hal tersebut saya diminta untuk kembali ke bengkel Wahana AC untuk memperbaiki kompresor tersebut, namun kami belum ada waktu untuk ke bengkelnya, di samping itu kami juga jarang banget menggunakan AC.
Rp625.000 adalah biaya yang kami keluarkan saat itu
5. Kaki-kaki bagian depan
Kaki-kaki bagian depan mulai terasa aneh ketika kendaraan kami saya bawa ke Yogya, sepulah dari Yogya saya melihat kedua ban depan yang habis hanya pada satu sisi, saya pun membawanya ke bengkel dan mengganti semua komponen di antaranya kedua ball joint atas & bawah, karet stabilizer, dll.
Rp600.000 adalah biaya yang kami keluarkan saat itu.
Semua pengeluaran tersebut belum termasuk penggantian aki dan keempat ban. Dan masih banyak lagi yang harus diperbaiki agar kendaraan kami menjadi lebih optimal, namun untuk kondisi saat ini kami rasa sudah cukup nyaman dan aman bagi keluarga kami.
Coretan ini ditulis dengan harapan agar dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama saat akan meminang mobil second apa pun merek dan tipenya agar benar-benar diamati secara menyeluruh semua kondisinya.
Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar