Senin, 13 Juli 2015

Semrawutnya Pengendara Saat di Persimpangan

Tulisan pertama dari blog yang bertahun-tahun kosong dan tidak pernah diapa-apain ini akan mencoba membahas sedikit tentang beberapa perilaku berkendara saat di persimpangan, terutama saat menyeberang, entah menuju ke kiri atau menyeberang ke kanan. Tiap hari pasti menemukan 3 atau 5 pengendara yang selalu menyeberang dan memenuhi semua lajur jalan sebelah kiri dan kanan seolah sedang berada di jalan satu arah, sehingga kendaraan dari arah jalan "B" atau "C" yang akan berbelok ke jalan "A" akan terhalang dan menimbulkan kemacetan.

Perlukah diberi tambahan marka petunjuk lajur di tiap persimpangan, baik di jalan-jalan besar atau jalan kecil agar para pengendara bisa lebih tertib. Namun apakah cukup efektif?
Banyak alasan yang diberikan ketika
ditanya kenapa kok nggak tetap di lajur kiri, beberapa jawabannya adalah karena pengendara di belakangnya memaksa agar terus maju dan supaya bisa lebih cepat (alasan paling jamak).

perilaku-berkendara-saat-di-persimpangan
persimpangan semrawut - assifaar.blogspot.com

Pengendara di jalan "A" yang datang belakangan seharusnya antre, jika tidak mau antre keadaan akan jadi makin semrawut karena para pengendara di depannya langsung mengambil lajur kanan karena dibuat terburu-buru oleh pengendara di belakangnya.

Tetaplah berada di lajur kiri meskipun saat akan menyeberang, menunggu kereta api melintas, menunggu lampu hijau menyala, bahkan saat berkendara di jalan sempit dan tanpa markah jalan. Tanpa harus ada rambu-rambu peringatan atau Polisi yang sedang mengawasi.

Terlepas dari seberapa cepat, ngebut atau berbahayanya kita saat sedang mengendarai kendaraan (karena belum paham tentang safety riding), setidaknya marilah kita berlaku bijak saat berkendara dan menghormati pengguna jalan lainnya.

Karena kita tidak ingin menjadi korban dan/atau penyebab kecelakaan di jalan raya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar